Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum terintegrasinya berbagai informasi terkait pengadaan barang dan jasa baik di tingkat desa sampai dengan kementrian dan e-procurement sendiri yang masih banyak memiliki kendala dalam memberikan informasi seputar tender, sehingga dapat dirumuskan dalam penelitian ini bahwa bagaimana merancang sebuah sistem informasi yang mampu menyediakan berbagai informasi terkait pengadaan barang dan jasa secara real time yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan bukan memberikan informasi di luar kepentingan pengadaan barang/jasa. Tujuan penelitian ini adalah menyusun sebuah konsep LPSE Agregator untuk menyatukan berbagai informasi pengadaan barang dan jasa di seluruh instansi pemerintahan Indonesia termasuk instansi desa secara real time dalam jangka waktu tertentu.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dan perancangan sistem menggunakan UML (Unified Modeling Language). Instrumen penelitian dengan teknik wawancara, observasi dan menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan cara pengujian dilakukan dengan menggunakan data yang mudah diperiksa (easy values), data yang sederhana dan mudah dihitung (typical realistic values), data yang ekstrim (extreme values) dan data yang tidak diperbolehkan (illegal values). Dalam pengembangan aplikasinya menggunakan metode prototype. Sistem pengadaan barang dan jasa berbasis website ini dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat luas dalam melakukan tender dan memperoleh barang lelang lebih mudah dan cepat dengan pendekatan weighting method. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya sistem informasi LPSE Agregator diharapkan dapat mengintegrasikan seluruh LPSE yang ada di pemerintahan hingga tingkat desa dan menyediakan interface yang mudah digunakan untuk memantau proses pengadaan/tender yang sedang berjalan.
Kata kunci: Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa, LPSE Agregator, Tender, Research and Development