DETAIL DOCUMENT
STETOSKOP ELEKTRONIK BERBASIS MIKROKONTROLER
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG
Author
Novananda, Cucu
Subject
RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine 
Datestamp
2023-01-30 03:20:35 
Abstract :
Stetoskop akustik berfungsi untuk mendengarkan bunyi yang dihasilkan didalam tubuh. Stetoskop akustik yang paling umum digunakan, dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisiudara, ke telinga pendengar. Bagian ?chestpiece? biasanya terdiri dari dua sisi yang dapat diletakaan di badan pasien untuk memperjelas suara; sebuah diaphgram (disk plastik) atau ?bell? (mangkok kosong). Bila diaphgram diletakkan di pasien, suara tubuh menggetarkan diaphgram, menciptakan tekanan gelombang akustik yang berjalan sampai ke tube ke telinga pendengar. Bila ?bell? diletakkan di tubuh pasien getaran pada kulit secara langsung memproduksi gelombang tekanan akustik yang berjalan ke telinga pendengar. Bell menyalurkan suara frekuensi rendah, sedangkan diaphgram menyalurkan frekuensi suara yang lebih tinggi. Namun, Permasalahanya ketika menggunakan stetoskop akustik tingkatan suara yang dihasilkan relatif rendah, tidak dapat membedakan suara-suara yang ada didalam tubuh manusia. Maka dari itu penulis akan melakukan pengembangan dari alat stetoskop akustik ke alat Stetoskop Elektronik berbasis mikrokontroler yang dapat mendengarkan bunyi-bunyi didalam tubuh, dapat menghasilkan suara lebih keras, lebih jernih, dengan amplitude sinyal yang dapat diatur, penambah pemilihan mode general, jantung, paru-paru dan wheeze yang dapat diatur sesuai kebutuhan, dan menampilkan perhitungan Heart Rate. Berdasarkan hasil dari pengujian di pengukuran TP diketahui bahwa terdapat perbedaan suara/bunyi jantung, paru-paru dan wheeze. Suara nya terdengar,namun suara yang dihasilkan kurang jelas ini dikarenakan pengaruh kondisi dari seseorang tergantung dari psikologis pasien saat dilakukan pengukuran. Selain itu, lingkungan dan peletakan microphone condenser harus diletakkan pada posisi yang presisi akan mempengaruhi pembacaan, dan bisa menghitung Heart Rate dengan keakurasian 95%. 
Institution Info

UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG