Institusion
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG
Author
MAE, NAMO JOSIN RAYSITA
Subject
RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Datestamp
2023-01-30 03:15:54
Abstract :
Menurut Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan, prevalensi tertinggi untuk Penyakit Kardioveskuler di Indonesia adalah PJK, yakni sebesar 1,5%. Salah satu penyebab dari Penyakit Jantung Koroner adalah kekurangan oksigen dalam darah dan kekurangan atau kelebihan detak jantung (beat per minute) pada manusia.. Jika seseorang kekurangan oksigen dalam darah bisa mengakibatkan penderita merasa lelah, kesulitan dalam bernafas, serangan jantung, jantung coroner. Begitu juga dengan BPM. Jika detak jantung manusia kurang atau melebihi batas maka dapat terkena efek serangan jantung yang menyebabkan kematian mendadak. Alat yang dibuat oleh penulis menggunakan sensor Max30100 sebagai sensor pendeteksi, mikrokontroler Arduino Uno, dan LCD. Pada sensor Max30100 terdapat light emiting diode (LED) merah dan inframerah yang berfungi sebagai sumber cahaya, pada sensor juga terdapat photosensor sebagai pendeteksi cahaya yang dapat merubaha cahaya menjadi sinyal listrik. Mikrokontroler Arduino Uno digunakan untuk mengolah data dan liquid cristal display (LCD) digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran dari sensor. Alat ini dapat berfungsi dengan baik karena penulis telah membandingkan alat ini dengan alat aslinya yaitu alat SpO2 merk GE, pada saat pengukuran nilai dari saturasi (SpO2) mempunyai tingkat keakurasian sebesar 96,4% dan BPM mempunyai tingkat keakurasian sebesar 98,6%. Faktor ini terjadi karena memiliki tingkat keakurasian yang tidak sama dengan alat pembandingnya.