Institusion
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG
Author
DYAWATI, SILVIA PUTRI NUR MEI
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2023-01-27 03:39:24
Abstract :
Latar Belakang: Penyakit kusta atau Morbus Hansen merupakan penyakit menular, menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang bersifat intraseluler obligat. Saraf tepi/perifer sebagai afinitas pertama, lalu kulit dan mukosa saluran nafas bagian atas, kemudian dapat ke organ tubuh lainnya kecuali susunan saraf pusat. Ulkus merupakan luka yang berlubang yang dikelilingi oleh kulit yang menebal akibat tekanan langsung, gaya gesek, luka langsung, panas dan merupakan gangguan umum yag terjadi pada penderita kusta.
Metode: Terapi latihan berupa free active exercise dan active resisted exercise
Hasil Penelitian: setelah mendapatkan penanganan fisioterapi sebanyak 6 kali sampai saat ini didapatkan hasil adanya penurunan oedema pada kedua tungkai, peningkatan lingkup gerak sendi (LGS) dan peningkatan kemampuan fungsional pasien dengan menggunakan indeks barthel.
Kesimpulan: Setelah dilakukan 6 kali terapi dengan diagnosa fisioterapi yaitu adanya oedema pada kedua tungkai, penurunan atau keterbatasan lingkup gerak sendi / LGS pada kedua knee dan ankle serta penurunan aktivitas fungsional. Setelah mendapatkan penanganan fisioterapi berupa free active exercise dan active resisted exercise didapatkan adanya penurunan oedema pada kedua tungkai,penurunan oedema ini berdampak adanya peningkatan pada lingkup gerak sendi pasin, sehingga pasien dapat mengalami peningkatan kemampuan fungsional pada aktivitas sehari-hari pasien.