Abstract :
Latar Belakang : Ulkus diabetikum merupakan kerusakan yang terjadi sebagian (Partial Thickness) atau keseluruhannya (Full Thickness) pada daerah kulit yang meluas kejaringan bawah kulit, tendon, otot, tulang atau persendian. Ulkus diabetikum dapat dilakukan pencegahan atau perawatan yang dikenal dengan istilah foot care. Foot care dipengaruhi oleh efikasi diri penderita ulkus diabetikum. Self efficacy mempengaruhi peningkatan dalam perilaku perawatan kaki, pengetahuan tentang perawatan kaki dan kualitas hidup (gejala fisik). Pemberian edukasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan self efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku foot care sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis self efficacy pada pasien ulkus diabetikum di Klinik Anak Lanang Semarang.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Perlakuan dengan menggunakan media audio-visual. Sampel pada penelitian ini sebanyak 51. Analisis data bivariat mengunakan uji beda Wilcoxon.
Hasil : Ada pengaruh edukasi edukasi berbasis self efficacy terhadap perilaku foot care pasien ulkus diabetikum di Klinik Anak Lanang Semarang.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan perilaku foot care sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis self efficacy pada responden di Klinik Anak Lanang Semarang dengan nilai p value (sig. 2-tailed) = 0,000 < ? = 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, maka ada pengaruh yang signifikan edukasi berbasis self efficacy terhadap perilaku foot care.