Abstract :
Latar Belakang: Depresi merupakan masalah kejiwaan yang seringkali menyerang lansia dimana mereka akan merasa tidak berdaya dan kehilangan harapan hidup. Salah satu gejala klinis yang dialami oleh lansia dengan kecenderungan depresi adalah perubahan dari kebiasaan tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, bangun lebih awal dari biasanya dan kesulitan untuk tidur kembali.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif untuk mencari hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh peneliti sebelumnya.
Hasil: Hasil analisis uji spearman rho yang menunjukkan nilai p 0,007 (p ? 0,05), maka H0 ditolak yang berarti antar variabel terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dengan kejadian insomnia pada lansia dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,479), dan arah korelasi positif.
Kesimpulan: Ada hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia.