Abstract :
Latar Belakang : Jaminan Kesehatan merupakan program Pemerintah, diselenggarakan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan bekerja sama dengan Fasilitas Layanan Kesehatan. Proses pengajuan biaya Jaminan Kesehatan sering bermasalah pada resume medis. Ketidaksesuaian pengisian resume medis menyebabkan BPJS mengembalikan berkas klaim pada Rumah Sakit. Hal serupa terjadi di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang. Tahun 2022, berkas klaim pasien rawat inap dikembalikan BPJS sejumlah 543 berkas. Pada Januari - Mei 2023 sejumlah 188 berkas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelengkapan resume medis rawat inap BPJS dengan kelancaran klaim BPJS di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang.
Metode : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 42 resume medis bulan Mei 2023 dengan 8 responden. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian : Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai (p=0,002) untuk kelengkapan resume medis rawat inap BPJS dengan kelancaran klaim BPJS. Resume medis tidak lengkap namun lancar berjumlah 17 (73,9%), resume medis lengkap dan tidak lancar berjumlah 14 (73,7%), resume medis lengkap dan lancar berjumlah 6 (26,1%), resume medis tidak lengkap dan tidak lancar berjumlah 5 (26,3%).
Kesimpulan : Ada hubungan antara kelengkapan resume medis rawat inap BPJS dengan kelancaran klaim BPJS di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang. Tenaga kesehatan wajib memahami dan menerapkan SPO pengisian resume medis sesuai dengan peraturan yang berlaku. Melakukan evaluasi berkala demi meningkatkan kedisiplinan tenaga kesehatan dan isi resume medis yang berkualitas.