Abstract :
Latar Belakang: Anak yang mengalami cerebral palsy biasanya memiliki komponen fisik, mental, atau emosional pada kondisinya dan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan bantuan orang lain. Sehingga orang tua yang memiliki anak cerebral palsy mengalami stress akan berpengaruh pada interaksi dengan anaknya. Orang tua akan kurang responsif terhadap kebutuhan anak dan sangat mengontrol perilaku anak, sehingga menyebakan stress pengasuhan semakin tinggi.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 87 orang di Komunitas Semar Cakep, dengan menggunakan total sampling, instrument yang digunakan lembar kuesioner yang sudah diuji validitas oleh peneliti sebelumnya dengan uji Analisa rank spearman.
Hasil: hasil uji statistik rank spearman didapatkan nilai keeratan hubungan r = 0,615 dengan nilai signifikasi p = 0,000 (sig<0,05) menujukkan bahwa ada hubungan yang signifikasi antara tingkat stress pengasuhan dengan kemampuan motorik anak cerebral palsy.
Kesimpulan: berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat stress orang tua dengan kemampuan motorik anak cerebral palsy di kecamatan semarang barat.