Abstract :
Latar belakang : Halusinasi adalah persepsi pasien yang salah terhadap lingkungan tanpa stimulus yang nyata, memberi presepsi yang salah tanpa adanya objek atau rangsangan yang nyata dan hilangnya kemampuan manusia untuk membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan ekternal (dunia luar ). Penatalaksanaan pada pasien gangguan jiwa untuk mengatasi halusinasi pendengaran adalah menggunakan perawatan di rumah sakit yaitu dengan strategi pelaksanaan dan terapi okupasi adalah salah satu terapi untuk mengasah kemampuan dan ketrampilan aktivitas sehari-hari dan kegiatan motorik seperti mengggambar, sedangkan salah satu strategi pelaksanaan dalam halusinasi adalah dengan menghardik
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan terapi menghardik dan menggambar pada pasien halusinasi pendengaran di RSJD DR. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subjek yang digunakan sebanyak 4 (empat) responden.
Hasil : Setelah dilakukan penerapan terapi menghardik dan menggambar selama 3 hari dengan 2 kali pertemuan didapatkan hasil tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran menurun dengan skor sebelum dilakukan terapi sebesar 33-34 kemudian setelah diberikan terapi menjadi 9-10
Kesimpulan : karakteristik responden dalam penelitian memiliki tanda dan gejala yang berebda, diharapkan setelah diberikan penerapan tersebut responden dapat menerapkan terapi tersebut secara mandiri