Abstract :
Hemodialisa merupakan pengobatan yang digunakan untuk pasien gagal
ginjal tahap akhir pengobatan menggunakan hemodialisa tiga kali dalam
seminggu untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh secara
akut maupun secara progresif. Ketergantungan pasien terhadap terapi hemodialisa
yang dijalani seumur hidup dapatmemunculkan permasalahan fisik dan psikis,
salah satunya adalah kecemasan. Tujuan studi kasus ini memberikan pendidikan
kesehatan untuk menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik dengan
hemodialisa. Dengan menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan pada
pasien gagal ginjal kronik.Subyek dari penelitian ini adalah 2 responden dengan
kriteria inklusi dalam studi kasus ini adalah pasien yang baru menjalani
hemodialisa, pasien yang memiliki fungsi pendengaran dengan baik, pasien yang
memiliki kecemasan ringan dan sedang, pasien yang bersedia menjadi responden.
Hasil studi menunjukkan bahwa ke 2 responden didapatkan hasil pada pasien 1
sebelum diberikan pendidikan kesehatan skor kecemasan 25 setelah diberikan
pendidikan kesehatan skor kecemasan 15 sedangkan pada pasien ke 2 sebelum
diberikan pendidikan kesehatan skor kecemasan 26 seletah diberikan pendidikan
kesehatan skor kecemasan 21. Disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan pengaruh
pemberian pendidikan kesehatan, reflet dan booklet terhadap tingkat kecemasan
pada pasien 1 mengalami kecemasan ringan sedangkan pasien 2 mengalami kecemasan sedang.