Abstract :
Latar Belakang : Pelayanan professional merupakan pelayanan bermutu dan berorientasi terhadap keselamatan pasien. Pencapaian keselamatan pasien, kemampuan petugas kesehatan terutama perawat, menjadi salah satu komponen yang penting. JCI atau Joint Commission International telah menetapkan 6 indikator sasaran keselamatan pasien. Indikasi pertama berfokus pada identifikasi pasien. Peristiwa keselamatan pasien terjadi akibat kesalahan dalam menetapkan identifikasi pasien. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling sering melakukan kontak dengan pasien harus memiliki kualitas kerja yang patut dicontoh dan mematuhi Standar Operasional Prosedur identifikasi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara luasnya informasi mengenai tujuan keselamatan pasien dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan identifikasi pasien di Rumah Sakit Nasional Diponegoro.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Menggunakan total sampling dengan jumlah 84 responden perawat pelaksana di RS Nasional Diponegoro. Kuesioner menggunakan kuesioner yang sudah ada sebelumnya dengan hasil uji validitas 0.875 dan hasil uji reliabilitas 0.917. Analisa bivariat menggunakan Uji Korelasi Spearman Rho.
Hasil : Hasil analisis menunjukkan nilai Sig (2-tailed) 0.000 dan angka koefisiensi korelasi bernilai positif sebesar 0.619.
Kesimpulan : Adanya hubungan yang berarti dan berkorelasi kuat antara hubungan tingkat pengetahuan tentang sasaran keselamatan pasien dengan tingkat kepatuhan perawat dalam pelaksanaan identifikasi pasien. Korelasi positif yang berarti memiliki hubungan searah.