Abstract :
Latar Belakang: Ginjal adalah organ yang sangat penting dalam tubuh manusia, CKD (Chronic Kidney Disease) adalah Penyakit Ginjal Kronis yang berlangsung lama. Terapi hemodialisa yaitu terapi cuci darah untuk menggantikan fungsi kerja ginjal yang berlangsung lama sehingga menimbulkan komplikasi pada pasien dan menimbulkan kecemasan pada pasien hemodialisa. Terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa.
Metode: Jenis kuantitatif, Pra Experiment penelitian one group pre- posttest design without control, Teknik purposive sampling sebanyak 30 sampel. Dengan uji Wilcoxon Signed.
Hasil: Hasil Pre-test pada penelitian menunjukan sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang 15 (50%) dan setelah dilakukan therapy relaksasi otot progresif menunjukan sebagian besar responden tidak mengalami kecemasan 19 (63,3%). Hasil dari uji Wilcoxon didapatkan sebanyak 23 responden mengalami penurunan nilai kecemasan dan sebanyak 7 responden tidak mengalami perubahan tingkat kecemasan dimana nilai p valuenya yaitu 0,001 (< 0,05) yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak.
Kesimpulan: Ada pengaruh antara relaksasi otot progresif terhadap kecemasan pasien CKD di ruang hemodialisa Rumah Sakit Permata Medika Semarang.