DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA DI KLINIK GINJAL DAN HIPERTENSI LESTARI BMS JRAKAH SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG
Author
Kusumawati, Danik
Subject
RD Surgery 
Datestamp
2023-12-01 03:58:04 
Abstract :
Latar Belakang : Hemodialisa dapat menimbulkan dampak baik secara psikologis maupun fisik seperti kelemahan, fatigue, tremor, kram otot, gatal-gatal, penurunan konsentrasi, disorientasi, perubahan tingkah laku, kecemasan. Mekanisme koping yang dilakukan secara adaptif seperti bicara dengan orang lain, mampu menyelesaikan masalah, tekhnik relaksasi dan olahraga. Tingkat kecemasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor biologis yaitu bersumber atau ditentukan oleh faktor bawaan maupun fisiologisBerdasarkan hasil wawancara dengan 9 pasien, didapatkan hasil 4 pasien mengatakan merasa cemas, khawatir dan takut karena baru menjalani hemodialisa antara 1-2 kali, dan 5 pasien mengatakan sudah tidak merasakan kecemasan karena sudah menjalani hemodialisa antara 2-5 tahun.Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa di Klinik Ginjal dan Hipertensi Lestari BMS Jrakah Semarang. Metode : Jenis penelitian Kuantitatif desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah pasien yang ada di klinik hemodialisa jrakah semarang. Teknik sampling yang digunakan dengan consecutife sampling dengan sampel 30 responden. Instrumen pada penelitian ini sudah teruji validitas dan reliabilitas. Uji bivariat yang digunakan uji Spearman rank correlation. Hasil : Hasil penelitian didapatkan mekanisme adaptif sebanyak 20 responden (66.7%). tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di Klinik Ginjal dan Hipertensi lestari BMS Jrakah Semarang Semarang paling banyak adalah ringan dengan 14 responden (46,7%) Berdasarkan hasil uji rank spearman didapatkan nilai p-value = 0,000 dan di dapatkan hasil korelasi dengan nilai 0,689 maka menunjukan adanya keeratan korelasi kuat dengan arah korelasi positif. Semakin mekanisme koping pada level risiko rendah maka tingkat kecemasan pasien juga semakin rendah Simpulan : Ada hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa di Klinik Ginjal dan Hipertensi Lestari BMS Jrakah Semarang 
Institution Info

UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG