Abstract :
PENERAPAN AROMATERAPI DAUN MINT TERHADAP BERSIHAN JALAN
NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERKULOSI PARU
Latar belakang: Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
Mycobacterium tuberculosis di paru. Bakteri tuberkulosis yang menyerang paru menyebabkan
gangguan pernapasan seperti batuk,bersihan jalan napas tidak efektif dan sesak napas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aromaterapi daun mint sebagai metode
alternatif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas
Mijen, Kota Semarang.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggunakan asuhan keperawatan
dalam mengatasi bersihan jalan napas dengan menerapkan aromaterapi daun mint. Sampel
penelitian terdiri dari 2 pasien yang dipilih secara purposif. Intervensi aromaterapi daun mint
dilakukan sehari 3 kali dalam waktu 15 menit selama 3 hari, dengan kriteria utama seperti frekuensi
napas, suara napas tambahan, irama napas, dan kemampuan mengeluarkan sputum sebelum dan
sesudah intervensi.
Hasil penelitian: menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam frekuensi napas normal,
irama napas yang lebih teratur, tidak adanya suara nafas tambahan dan perbaikan kemampuan
mengeluarkan sputum.
Kesimpulannya: penerapan aromaterapi daun mint dapat menjadi pilihan terapi komplementer
yang potensial untuk meningkatkan kondisi bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan mengeksplorasi mekanisme
kerja aromaterapi dalam konteks pengobatan penyakit pernapasan.