Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: Perubahan gaya hidup terutama di kota-kota besar menyebabkan
meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif, salah satunya diabetes melitus
(DM) tipe II yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dalam urine
karena produksi dan fungsi insulin tidak berjalan seharusnya. Oleh karena itu, perlu
tindakan untuk mengendalikan kadar glukosa darah agar tidak membahayakan
keselamatan pasien. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah terapi relaksasi
autogenik yang membantu merelaksasi tubuh dan pikiran. Penelitian ini mengkaji
mengenai penerapan relaksasi autogenik terhadap ketidakstabilan kadar glukosa
darah pada pasien DM tipe II.
Metode: Menggunakan metode studi kasus dengan rancangan pretest-posttest
dengan dua responden yang memiliki diagnosa DM tipe II di RS Permata Medika
Semarang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, observasi, dan data
rekam medis responden. Intervensi dilakukan yaitu dengan memantau tanda dan
gejala hiperglikemia, memonitor kadar gula darah, menganjurkan untuk
mengurangi konsumsi makanan manis, serta memberikan terapi relaksasi autogenik
selama 1 kali selama 15-20 menit dengan 3 hari kunjungan.
Hasil penelitian: Setelah diberikan terapi relaksasi autogenik, kadar glukosa darah
kedua responden mengalami penurunan 14mg/dl sampai 15mg/dl serta keluhan
lelah lesu menurun.
Kesimpulan: Terapi relaksasi autogenik dapat membantu mengatasi masalah
ketidakstabilan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II.