Abstract :
Berdasarkan usulan dari petani tembakau di daerah Bojonegoro, proses pengepresan daun tembakau yang bertujuan mengurangi kadar air selama ini masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan cara ditekan dengan menggunakan tangan secara manual. Hal ini memberikan konsekuensi bahwa proses pengepresan menjadi kurang efektif karena membutuhkan waktu relatif lama dan tenaga lebih untuk melakukannya. Selain itu, hasil pengepresan tidak merata dimana tebal tembakau berbeda antara ujung daun dan pangkal daun serta tulang daun. Hal ini menyebabkan proses pengeringan membutuhkan waktu relatif lama, sehingga produktivitas tidak maksimal. Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahasnya dalam Tugas Akhir (TA) ini, yang mana kami akan merancang sekaligus membahas tentang Mekanisme Mesin Pengepres Daun Tembakau ditinjau dari aspek ergonomi.