Abstract :
Di desa sumberrejo 1 RT 03 RW 01 kecamatan pakal surabaya ini terdapat 3 ukm (usaha kecil mikro) opak japit, dalam proses produksi opak japit dari mulai tahap pengadukan adonan hingga penjapitan adonan masih menggunakan cara dan alat tradisional yang dinilai kurang efektif dan efisien. Dimana proses pencampuran bahan pengadukannya masih menggunakan tangan, dan tangan harus terampil mengaduk hingga adonan menjadi kalis sehingga tangan sering merasa pegal dan kesemutan dan masih harus melanjutkan tahap berikutnya yaitu membentuk adonan bulatan kecil yang akan membutuhkan waktu sangat lama jika adonan yang dibuat 5-10 kg. Setelah itu masuk ketahap penjapitan adonan operator harus menumpuk 3-4 alat penjapit dimana penjapit yang tempatnya paling atas harus di beri adonan kemudian dijapit dan dipindah kebawah dan yang tengah pindah keatas setelah terisi adonan di pindah kebawah, begitu seterusnya hingga penjapit yang awalnya di atas pindah kebawah terus ketengah dan kebawah lagi. Hal ini memberikan konsekuensi bahwa dari proses pengadukan hingga penjapitan menjadi kurang efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga SDM yang sangat besar sehingga pekerjaan ini dirasa sangat melelahkan sehingga produktivitas tidak maksimal. Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahasnya dalam Tugas Akhir (TA) ini, yang mana kami akan merancang sekaligus membahas tentang rancang bangun mesin opak ditinjau dari aspek ergonomi.