Abstract :
Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh independensi, pemahaman good governance, konflik peran dan budaya organisasi secara parsial maupun stimultan terhadap kinerja auditor Kantor Akuntan Publik di Kota Surabaya.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada 21 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Surabaya dengan jumlah sampel 110 responden. Tehnik pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dan di uji mengunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu uji SPSS. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari survey dengan kuesioner. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independensi, pemahaman good governance, konflik peran, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan secara parsial maupun stimultan terhadap kinerja auditor Kantor Akuntan Publik di Kota Surabaya. Hasil uji stimultan menunjukkan nilai signifikasi F sebesar 0,000<0,05 dari nilai probabilitas. Variabel independensi, pemahaman good governance, konflik peran, dan budaya organisasi mampu mempengaruhi kinerja auditor dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,402 atau 40,2% terhadap kinerja auditor Kantor Akuntan Publik di Kota Surabaya.