DETAIL DOCUMENT
“Penerapan Sanksi Terhadap Orang Tua Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Anak Kandungnya Dalam Prespektif Undang-Undang Perlindungan Anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor:2722/Pid.B/2015/Pn.Sby)”
Total View This Week0
Institusion
Universitas Wijaya Putra
Author
Asrofatin, Widya Ratna
Subject
KZ Law of Nations 
Datestamp
2022-11-17 05:06:58 
Abstract :
1. Perlindungan hukum terhadap anak sejatinya diberikan agar hak-hak anak tetap terlindungi yang salah satunya adalah tidak mendapatkan kekerasan serta perlindungan hukum diberikan untuk keadilan si anak, begitu pula hukum nasional, hak-hak anak sangat diperhatikan yang salah satunya hak anak untuk mendapatkan perlindungan hukum bila terjadinya kekerasan pada anak. Hal ini diatur dalam UNDANG-UNDANG DASAR TAHUN 1945, UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 serta, UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014. 2. Penerapan sanksi terhadap tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kepada anak yang baru lahir, maka pelaku bisa dikenakan pasal 342 Kitab Undang-undang Hukum Pidana karena telah melakukan pembunuhan berencana kepada anaknya sendiri. Bahwa, saya sependapat dengan putusan majelis hakim yang menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ISKAWATI dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun 6 (enam) bulan. Berikut beberapa alasan saya: Dakwaan Penuntut Umum yang pada pokoknya menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ISKAWATI dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun 6 (enam) bulan, Menyatakan terdakwa ISKAWATI terbukti secara sah menurut hukum telah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan pasal 342 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Bahwa putusan Nomor 2722/Pid.B/2015/PN.Sby telah 
Institution Info

Universitas Wijaya Putra