Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Baswedan, Rizal Anis
Adhim, Nur
Prasetyo, Agung Basuki
Subject
Law
Datestamp
2025-03-17 06:37:16
Abstract :
Dasar dari adanya pemindahan ibu kota negara ini adalah Jakarta yang dianggap sudah tidak mampu lagi menanggung beratnya beban ekologis sebagai ibu kota. Persoalan ekologis yang terjadi setiap tahunnya terjadi di Jakarta seperti banjir, polusi udara, dan kemacetan sangat berdampak pada produktivitas pemerintahan. Selain itu, Jakarta juga diangap memiliki sejumlah masalah ekologis yang akut seperti menurunnya cadangan air baku, semakin rendahnya permukaan air tanah, dan adanya ancaman bencana alam berupa gempa bumi. Dari sisi pertimbangan ekonomi, pemindahan IbuKota Nusantara juga merupakan upaya pemerintah untuk mempersempit kesenjangan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Jawa dan luar Pulau Jawa, atau Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur pemerintahan. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Adapun mekanisme pengadaan tanah yang digunakan adalah pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, yang pelaksanaannya dapat melalui hibah, jual-beli, atau cara lain yang disepakati. Sejauh ini perlindungan yang diberikan pemerintah terhadap tanah milik warga masyarakat yang terdampak yaitu melalui proses penggantian kerugian, ganti kerugian yang diberikan pemerintah berupa uang saja dan belum ada selain uang. Pemerintah juga menerapkan kebijakan land freezing di Kawasan IbuKota Nusantara untuk mengontrol keberjalanan pembangunan dan untuk mencegah potensi terjadinya spekulan tanah. Mekanisme pengadaan tanah dalam pembangunan IbuKota Nusantara ini dilakukan dengan cara jual beli antara pemerintah dengan masyarakat terdampak. Perlindungan yang dilakukan oleh pemerintah dapat dilihat dari adanya ganti kerugian kepada masyarakat terdampak yang berupa penggantian uang, yang masyarakat dapat katakan sebagai ganti untung karena harganya bisa beberapa kali lipat dari harga yang sebelumnya mereka beli.
Kata Kunci : IbuKota Nusantara, Pengadaan Tanah, Land Freezing