Abstract :
DI Yogyakarta merupakan pelopor olahan tanaman herbal ternama. Jumlah lahan panen serta tingkat produksi tanaman herbalnya juga cukup baik, namun jumlah produksinya masih belum optimal. Jumlah produksi yang belum optimal mengindikasikan kurangnya jumlah petani serta alokasi waktunya pada budidaya, sehingga perlu upaya peningkatan minat budidaya tanaman herbal pada petani DI Yoyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, kebutuhan, keluarga, fasilitas/sarana prasarana, kemudahan budidaya, produksi, stabilitas harga, dan pendapatan yang mempengaruhi minat petani dalam membudidayakan tanaman herbal. Penelitian dilakukan pada April 2024 ? Mei 2024 kepada petani anggota KT Lombok Ijo, KWT Sekar Kenanga, dan KWT Sumber Rejeki. Metode penelitian menggunakan metode survei berpendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Sampel penelitian ini ialah 20 petani KT Lombok Ijo, 15 petani KWT Sekar Kenanga, serta 22 petani KWT Sumber Rejeki. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil uji signifikansi parameter individual menunjukkan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam budidaya tanaman herbal di DI Yogyakarta adalah kebutuhan dan stabilitas harga. Hal ini mengindikasikan terpenuhinya kebutuhan primer, bersosialiasi, rasa aman dan nyaman, percaya diri, wawasan baru, serta kegiatan produktif terbukti berpengaruh terhadap minat petani dalam membudidayakan tanaman herbal. Stabilitas harga yang diakibatkan stabilnya harga pada perubahan cuaca, inflasi, disrupsi psikologi, ketidakstabilan pasar juga terbukti berpengaruh terhadap minat petani dalam membudidayakan tanaman herbal. Saran bagi Pemerintah DI Yogyakarta, perlu adanya peningkatan minat budidaya petani yang disesuaikan dengan fenomena berpengaruh di lapangan. Bagi petani, bisa melakukan penghitungan profitabilitas terhadap bisnis mereka.
Kata Kunci: biofarmaka, hortikultura, jamu, kesehatan, obat.