DETAIL DOCUMENT
REDESAIN MEDAN ZOO DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
SRIHANDINI, ARUMDATY
Subject
Architecture Engineering 
Datestamp
2025-01-16 07:01:27 
Abstract :
Medan Zoo merupakan lembaga konservasi dan area rekreasi di Kota Medan. Saat ini, Medan Zoo menghadapi tantangan serius terkait penurunan jumlah satwa. Pada tahun 2022, jumlah satwa di Medan Zoo mencapai 255 ekor, tetapi saat ini hanya tersisa 115 ekor, menunjukkan bahwa lebih dari 50% satwa telah mati. Belum lama ini, berita dari CNN Indonesia melaporkan bahwa lima ekor harimau, termasuk tiga harimau Sumatra dan dua harimau Benggala, telah mati dalam tiga bulan terakhir. Kematian ini disebabkan oleh kondisi kandang yang tidak layak, rusak, dan lembab, serta krisis keuangan yang dialami Medan Zoo akibat pandemi Covid-19 dan persaingan ketat dengan kebun binatang lain di Sumatera Utara. Dampak dari krisis keuangan ini termasuk pegawai yang tidak digaji selama lima bulan, kesulitan dalam membeli pakan satwa, dan memperbaiki kandang yang rusak. Kebun binatang mengandalkan pendapatan dari pembelian tiket pengunjung sebagai satu-satunya sumber pendapatan. Oleh karena itu, diperlukan redesain dan inovasi baru dengan desain biophilic yang menekankan pada hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Desain biophilic dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih alami, ramah lingkungan, dan menyenangkan bagi pengunjung dan satwa. Selain itu, hal ini juga dapat memperkuat minat dan perhatian masyarakat terhadap Medan Zoo, serta memberikan kontribusi positif dalam upaya pelestarian satwa dan habitat alam. Kata Kunci: Kebun Binatang; Medan Zoo; Redesain 
Institution Info

Universitas Diponegoro