Abstract :
Transit hub di Stasiun Tawang menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan konektivitas transportasi dan memperbaiki pengalaman pengguna. Tulisan ini mengusulkan pendekatan place making dalam perencanaan dan perancangan transit
hub tersebut. Melalui integrasi berbagai elemen seperti transportasi publik, fasilitas komersial, ruang terbuka publik, dan infrastruktur hijau, tujuan utama pendekatan placemaking adalah menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan menarik
bagi pengguna. Analisis konteks lokal, termasuk karakteristik budaya dan sosial, menjadi dasar dalam pengambilan keputusan perancangan. Penerapan konsep?konsep desain seperti pejalan kaki yang ramah, aksesibilitas universal, dan penataan
ruang yang estetis memainkan peran penting dalam menciptakan identitas tempat yang kuat. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan perancangan menjadi kunci keberhasilan, sehingga kebutuhan dan aspirasi lokal
dapat tercermin dalam desain akhir. Dengan demikian, perencanaan dan perancangan transit hub di Stasiun Tawang dengan pendekatan placemaking tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan ruang publik yang
inklusif dan berdaya saing.
Kata Kunci: Transit Hub, Stasiun Tawang, Place Making, Perencanaan, Perancangan, Infrastruktur Hijau, Ruang Terbuka Publik, Partisipasi Masyarakat