Abstract :
Kota Semarang merupakan salah satu kota besar yang dijadikan tujuan bagi masyarakat dari desa untuk mengadu nasib. Kegiatan ini, menimbulkan banyak permasalahan yang ditimbulkan, salah satunya adalah meningkatnya kepadatan penduduk yang akhirnya menciptakan permukiman kumuh. Salah satu kawasan
permukiman yang paling pada di Kota Semarang terletak pada Kawasan Tambak Lorok. Bukan tanpa alasan, banyak faktor yang mendasari mengapa Kawasan Tambak Lorok ini sangat padat, antara lain kawasan ini merupakan kawasan yang dekat dengan area industri dan hasil laut sehingga masyarakat memilih untuk
tinggal dan menetap di kawasan ini agar lebih dekat dengan sumber penghasilan mereka. Kegiatan ini pastinnya menimbulkan dampak, salah satunya adalah permasalahan mengenai permukiman kumuh. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengentaskan permasalahan tersebut adalah dengan mendirikan sebuah hunian vertikal. Rumah susun ini nantinya akan dapat mengurangi kepadatan permukiman dan dapat menjadikan
Kawasan Tambak Lorok nantinya akan lebih tertata. Pembangunan rumah susun ini juga dapat mendukung rencana Pemerintah Kota Semarang dalam menjadikan Kawasan Tambak Lorok menjadi Kawasan Bahari. Pendekatan yang diterapkan pada rumah susun nantinya adalah dengan pendekatan Arsitektur Perilaku. Hal ini
didasari pada kebiasaan masyarakat di kawasan ini yang mayoritas adalah sebagai nelayan dan pedagang yang nantinya akan dituangkan pada desain rumah susun tersebut. Desain rumah susun beserta fungsi yang nantinya akan dihadirkan
diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan ruang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini juga selaras dengan konsep yang diusung, yaitu konsep ?smart living?. Konsep ini menekankan pada desain serta sistem yang dihadirkan dalam rumah susun nantinya diharapkan dapat mengoptimalkan aktivitas penghuninya sehingga dapat menciptakan kenyamanan bagi penghuni rusun serta masyarakat sekitar.
Kata Kunci: Tambak Lorok; Permukiman Kumuh; Rumah Susun; Kampung Bahari.