Abstract :
Gua Maria adalah salah satu wisata religi yang dimiliki oleh umat Katolik. Pada dasarnya, tidak terdapat literatur mengenai pedoman pembangunan gua Maria di dunia. Dengan melakukan studi preseden, akan didapatkan bagaimana keadaan gua Maria yang telah berhasil dibangun dan aktif digunakan. Preseden yang
digunakan adalah Gua Maria Sendangsono, Gua Maria Kaliori dan Sanctuary of Our Lady of Lourdes.
Gua Maria Kerep Ambarawa adalah salah satu gua Maria yang populer di Indonesia. GMKA berada di lereng perbukitan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Karena berada di lereng bukit, lokasi ini memiliki perbedaan kontur yang sangat tinggi.Dengan melakukan studi lapangan dan wawancara, didapatkan data mengenai jumlah pengunjung GMKA. Potensi di GMKA adalah paling banyak pengunjung adalah remaja, yang merupakan generasi z. Generasi z yang lebih menyukai visual
dan kemampuan kerja dengan lebih dari satu fokus menjadikan dasar penerapan arsitektur naratif pada jalan salib yang ada. Dengan penggunaan arsitektur naratif, para generasi z lebih tertarik untuk berdoa jalan salib dan lebih mendalami peristiwa-peristiwa yang terjadi kepada Yesus.
Pendekatan arsitektur naratif akan memvisualkan perasaan dan suasana pada setiap pemberhentian jalan salib yang dimana terdapat 14 pemberhentian. Pemanfaatan tanah berkontur, visualisasi patung, penggunaan material yang bertekstur merupakan cara untuk memberikan suasana yang akan diberikan pada setiap pemberhentian.
Kata Kunci: Arsitektur Naratif; Generasi Z; Gua Maria; Jalan Salib