DETAIL DOCUMENT
MUSEUM ASTRONOMI DAN PLANETARIUM BANDUNG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
ZAHARA SOFA, NISTRINA
Subject
Architecture Engineering 
Datestamp
2024-12-18 03:02:58 
Abstract :
Seiring berjalannya waktu perkembangan akan pemahaman ilmu astronomi pada masyarakat Indonesia tidak kian membaik. Hal ini dikarenakan kurang memadai dan tidak bisa beradaptasinya fasilitas pada bangunan terhadap perkembangan zaman. Ironisnya hal ini terjadi di Obsevatorium dan Planetarium yang sudah ada di Indonesia. Ditambah dengan jumlah bangunan yang sedikit membuat ilmu astronomi susah digapai oleh masyarakat umum Indonesia. Tentunya hal ini membuat ilmu astronomi terkesan eksklusif dimana ilmu astronomi hanya bisa dipelajari oleh beberapa kalangan saja. Padahal pemahaman suatu masyarakat akan ilmu sains seperti ilmu astronomi menjadi tolak ukur akan kemajuan suatu negara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah bangunan seperti Museum Astronomi, Observatorium, dan Planetarium pada negara maju seperti Amerika, Jepang, dan China. Perkembangan ilmu astronomi di Bandung sendiri dimulai sejak didirikannya Observatorium Bosscha. Namun, semenjak Covid-19 pihak Observatorium Bosscha membatasi jumlah kunjungan yang semula bisa 600 orang dalam sehari sekarang hanya 100 orang. Covid-19 bukanlah salah satu alasannya penetapan Observatorium Bosscha sebagai Cagar Budaya tingkat Nasional serta polusi cahaya pada kawasan Bosscha membuat bangunan ini perlu membatasi jumlah kunjungan. Tentunya jumlah ini tidak dapat menampung antusiasme masyarakat terhadap ilmu astronomi seperti sedia kala. Pendaftaran pun hanya bisa dilakukan pada website. Tidak ada penerimaan pengunjung secara on the spot. Hal ini tentunya membuat pengunjung yang telah datang secara langsung tanpa melakukan pendaftaran terlebih dahulu harus mengurungkan niatnya untuk mengunjungi bangunan ini. Selain itu fasilitas yang ada pada bangunan ini masih belum bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang ada. Museum Astronomi dan Planetarium Bandung hadir untuk memecahkan solusi ini. Tentunya bangunan ini diinisiasikan untuk mendekatkan dan membuat pengalaman luar angkasa yang tak terlupakan dengan cara yang menarik bagi para pengunjungnya. Kata Kunci: Bandung; Museum Astronomi; Planetarium. 
Institution Info

Universitas Diponegoro