Abstract :
Amerika Serikat sebagai negara adidaya, memiliki kemampuan dalam
mengonstruksi sebuah pengetahuan dan narasi yang dapat menciptakan sebuah
realitas global yang diinginkannya. Salah satunya terkait Hak Asasi Manusia.
Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Iran yang mengakibatkan terjadinya
demonstrasi masyarakat Iran menyita perhatian dunia internasional. Hal ini tidak
terlepas dari peran Amerika Serikat yang mampu menciptakan konstruksi sosial
yang berkembang di masyarakat global melalui praktik diskursif sesuai
kepentingannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana praktik
diskursif yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam mengonstruksi Isu Hak Asasi
Manusia di Suatu Negara dengan Studi Kasus Aksi Demonstrasi Hijab di Iran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif
kualitatif. Penelitian ini menggunakan perspektif postrukturalisme dan dibantu
dengan konsep Hak Asasi Manusia dan Critical Discourse Analysis (CDA) yang
mana masih sangat jarang ditemukan di penelitaian-penelitaian HI sebelumnya.
Hasil dari penelitian ini adalah mengenai Amerika Serikat mampu
mengonstruk suatu isu HAM Iran dengan memberikan pra-anggapan, predikasi, dan
subjek posisi terhadap Pemerintah Iran mengenai HAM Iran. Dimana realitas global
yang mampu diciptakan Amerika Serikat mengenai Hak Asasi Manusia tersebut
tidaklah bebas nilai dan cenderung bias serta penuh kepentingan politik.
Kata kunci: Amerika Serikat, hak asasi manusia, Demonstrasi Iran, praktik
diskursif, postrukturalisme
86. Hubungan Internasional 2024