DETAIL DOCUMENT
GERAKAN #METOO DI SWEDIA DALAM MEMPERJUANGKAN KEBIJAKAN UNTUK MEMERANGI PELECEHAN SEKSUAL DENGAN MENAIKKAN AWARENESS 2017-2022
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
BUDIANJANI, SHERRY AMARA
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2025-01-16 02:12:09 
Abstract :
Ketidaksetaraan gender merupakan permasalahan yang terjadi di seluruh negara, baik itu negara maju mau pun negara berkembang. Di Uni Eropa, Swedia merupakan salah satu negara dengan tingkat pelaporan pelecehan seksual tertinggi. Padahal, Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah panjang mengenai perjuangan kesetaraan gender. Hal ini mengakibatkan Gerakan #MeToo sangat digandrungi di Swedia, terutama setelah mencuatnya kasus Harvey Weinstein. Masalah yang kemudian muncul adalah bagaimana gerakan #MeToo di Swedia ini kemudian berdampak dalam perubahan kebijakan dalam memerangi pelecehan seksual di Swedia? Tujuan penelitian untuk menjelaskan bagaimana sebuah gerakan sosial seperti Gerakan #MeToo dapat meningkatkan awareness mengenai pelecehan seksual yang mengancam perempuan, serta bagaimana gerakan sosial mampu memengaruhi perpolitikan di Swedia sehingga terjadi reformasi hukum. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan teori Feminis Liberal dan Social Movement. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis literature review. Subjek penelitian adalah Gerakan #MeToo yang terjadi di Swedia, dan perubahan yang diciptakan dalam hukum Swedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Swedia menyambut baik Gerakan #MeToo dan kemudian mendukung gerakan ini untuk memenuhi tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah sebagai sebuah suprastruktur politik, di mana Gerakan #MeToo tergolong ke dalam infrastruktur politik. Hasilnya, terjadi reformasi hukum di Swedia dengan adanya hukum terkait non-consensual sex dan kemudahan bagi korban untuk melaporkan tindakan pelecehan seksual yang mereka alami serta berbagai kementerian di Swedia yang menambahkan SOP terkait dengan penanganan pelecehan seksual. Disarankan kepada pemangku kebijakan di Swedia untuk terus merealisasikan tuntutan yang disampaikan oleh Gerakan #MeToo dalam mendorong kesetaraan gender di Swedia. Peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi untuk menganalisis dampak gerakan sosial terhadap suatu negara, sehingga dapat memperkaya literatur mengenai Hubungan Internasional. Keywords: Gerakan Sosial, #MeToo, Swedia, Pelecehan Seksual, Perubahan Kebijakan. 94. Hubungan Internasional 2024 
Institution Info

Universitas Diponegoro