Abstract :
Regulasi open border bagi pekerja migran untuk memasuki wilayah Jepang
berlandaskan kebijakan pemerintah tidak hanya memberikan keuntungan, tetapi
juga kekhawatiran. Ekspektasi pekerja migran yang tidak sesuai dengan realita
tekanan dalam pekerjaan di Jepang justru mendorong pekerja migran untuk
melakukan Jouhatsu, atau melarikan diri dengan identitas baru. Tindakan pekerja
migran dibantu oleh broker migran yang selama ini membantu pelarian para pekerja
asing ke wilayah dan pekerjaan lain, sehingga menimbulkan ancaman tersendiri
terhadap keamanan pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
alasan sekaligus keamanan pekerja migran dalam fenomena Jouhatsu berdasarkan
teori human security dan rational choice, khususnya berlandaskan pada
implementasi jaminan sosial yang diperoleh pekerja migran di Jepang. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus
pekerja migran yang selama ini melakukan Jouhatsu. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Jouhatsu merupakan tindakan yang diambil pekerja migran dengan berbagai
pertimbangan sebagai bentuk perlindungan atas personal security yang tidak
terpenuhi dari dua skema negara. Keputusan pekerja migran dikategorikan sebagai
rational choice, dan merupakan pilihan terbaik dari berbagai pertimbangan dan
konsekuensinya. Pekerja migran lebih memilih menjadi pekerja illegal
dibandingkan tetap berada di pekerjaan yang lama, maupun kembali ke Indonesia.
Kata Kunci: Pekerja Migran, Jouhatsu, Keamanan Manusia, Pilihan Rasional
98 HI 2024