Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Marzelina, Annisa Friya
Hadi, Purnomo
Hapsari, Rebriarina
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-16 02:34:02
Abstract :
Latar Belakang: Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu infeksi yang umum terjadi di seluruh dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Kejadian ini diperparah oleh meningkatnya prevalensi Multidrug Resistant Organisms (MDRO), yang membatasi pilihan pengobatan dan meningkatkan risiko kegagalan terapi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis faktor risiko yang berperan dalam menimbulkan ISK oleh MDRO
Tujuan: Mengetahui angka kejadian dan menganalisis faktor risiko yang berperan dalam menimbulkan ISK oleh MDRO di RSD K.R.M.T Wongsonegoro.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 344 pasien dengan diagnosis ISK di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro yang telah menjalani kultur urin dan uji kepekaan antibiotik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.
Hasil: Faktor risiko ISK oleh MDRO di RSD K.R.M.T Wongsonegoro adalah ISK rekuren (p = 0,007; PR = 2,399; 95% CI 1,267-4,543), riwayat penggunaan antibiotik sebelumnya (p = 0,003; PR = 3,293; 95% CI 1,511-7,174), riwayat penggunaan antibiotik cephalosporin generasi 3 dan 4 (p = 0,028; PR = 2,285; 95% CI 1,091-4,788), dan diabetes mellitus (p = 0,049; PR = 1,795; 95% CI 1,003-3,213).
Kesimpulan: Prevalensi MDRO pada pasien ISK di RSD K.R.M.T Wongsonegoro cukup tinggi, yaitu mencapai 60,5%. Faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya ISK oleh MDRO meliputi ISK rekuren, riwayat penggunaan antibiotik sebelumnya, penggunaan antibiotik cephalosporin generasi ketiga dan keempat, dan diabetes mellitus. Riwayat penggunaan antibiotik sebelumnya memiliki pengaruh paling besar terhadap kejadian ISK oleh MDRO.
Kata Kunci: Faktor risiko, Infeksi saluran kemih, Multidrug-resistant organisms (MDRO)