Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Adriana, Carina
Uddin, Ilham
Safir, Safir
Sobirin, Mochamad Ali
Suhartono, Suhartono
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-13 03:36:23
Abstract :
Latar belakang: Remodeling ventrikel kiri masih dapat terjadi meskipun telah dilakukan Intervensi Koroner Perkutan Primer (IKPP). Pemeriksaan Global Longitudinal Strain (GLS) telah digunakan sebagai prediktor remodeling ventrikel kiri. Koenzim Q10 (CoQ10) diketahui bermanfaat sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang berpotensi mengurangi remodeling jantung. Belum banyak diteliti peranan CoQ10 pada pasien IMA-EST yang menjalani IKPP.
Tujuan: Membuktikan pengaruh suplementasi CoQ10 terhadap nilai GLS pada pasien pasca Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST yang menjalani Intervensi Koroner Perkutan Primer.
Metode: Uji klinis double-blind randomized controlled trial ini melibatkan 46 pasien IMA-EST yang menjalani IKPP, yang diberikan medikamentosa standar ditambah Koenzim Q10 100mg/12jam (n=23) dan plasebo (n=23) selama 8 minggu. Nilai GLS diukur sebelum dan sesudah intervensi. Nilai GLS awal pada 24 jam pasca IKPP.
Hasil: Total 46 subjek penelitian dengan rerata usia 54,8±8 tahun dengan mayoritas laki-laki (71%). Tidak terdapat perbedaan karakteristik klinis dasar pada kedua kelompok. Koenzim Q10 secara signifikan meningkatkan rerata nilai GLS akhir lebih tinggi dibandingkan plasebo (-15,75 ± 2,52 % vs -10,64 ± 2,97 %, p<0,001). Terdapat perbedaan bermakna selisih nilai GLS ventrikel kiri yang lebih besar pada kelompok Koenzim Q10 dibandingkan Plasebo (? 5,62 ± 2,16 vs ? 0,70 ± 1,56, p<0,001). Tidak didapatkan efek samping serius terkait pemberian Koenzim Q10 dan efek samping yang terjadi pada kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan.
Kesimpulan: Suplementasi koenzim Q10 berpengaruh terhadap perbaikan nilai GLS ventrikel kiri yang lebih besar pada penderita IMA-EST yang menjalani IKPP.