Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Buenito, Yanuarizka
Limijadi, Edward Kurnia Setiawan
Hendrianingtyas, Meita
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-18 08:28:45
Abstract :
Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang sering mengakibatkan komplikasi serius, salah satunya adalah nefropati diabetik (ND), yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal stadium akhir. ND ditandai oleh peradangan sistemik dan fibrosis ginjal, yang berhubungan dengan peningkatan neutrofil dan infiltrasi limfosit. Neutrophil-lymphocyte ratio (NLR) sebagai petanda dari peradangan sistemik serta STAT3, protein yang berperan dalam proses inflamasi dan fibrotik, dapat menjadi petanda risiko penting untuk ND. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran NLR dan kadar STAT3 sebagai faktor risiko ND pada pasien DM.
Metode: Penelitian cross-sectional melibatkan pasien dewasa dengan DM tipe 2 di Rumah Sakit Nasional Diponegoro pada Mei-Agustus 2024. Status ND ditetapkan berdasarkan kadar albumin urin ? 30 mg/g. NLR dihitung berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan kadar STAT-3 diperiksa menggunakan metode Enzyme linked immunoassay (ELISA). Nilai p < 0,05 dianggap signifikan.
Hasil: 70 subjek terlibat dalam penelitian dengan 29 (41,4%) berstatus ND. Pasien dengan ND memiliki rerata berat badan dan durasi DM yang lebih lama. NLR tidak berbeda diantara kedua kelompok (2,25 ± 0,95 vs 1,94 ± 0,60; p = 0,349). Kadar STAT-3 ? 4,75 pg/mL (RP 2,13; 95% CI 1,16-3,90; p=0,019) secara signifikan meningkatkan risiko ND.
Kesimpulan: Kadar STAT-3 ? 4,75 pg/mL berisiko terjadi ND 2,13 kali lipat lebih tinggi pada pasien DM.
Kata Kunci : Diabetes melitus, nefropati diabetik, NLR, STAT-3