Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Meidina, Farisa Rahma
Lestari, Endang Sri
Antari, Arlita Leniseptaria
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-19 03:41:08
Abstract :
Latar Belakang: Klebsiella pneumoniae adalah patogen oportunistik yang bertanggung jawab atas berbagai infeksi, dan termasuk bakteri yang rentan mengalami resistensi terhadap antibiotik. Munculnya strain penghasil enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) menimbulkan ancaman kesehatan, sehingga memerlukan pilihan pengobatan alternatif dengan tanaman obat-obatan salah satunya yaitu jeruk nipis (Citrus aurantifolia).
Tujuan: Menilai aktivitas antibakteri air perasan jeruk nipis (C. aurantifolia) terhadap K. pneumoniae penghasil ESBL.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan post-test only control group design yang menggunakan metode dilusi, streak, dan difusi cakram untuk menilai aktivitas antibakteri dari air perasan jeruk nipis dengan berbagai konsentrasi (12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) terhadap K. pneumoniae penghasil ESBL.
Hasil: Uji fitokimia mengkonfirmasi adanya flavonoid, alkaloid, dan tanin dalam air perasan jeruk nipis, dengan tanin yang paling banyak ditemukan. Namun, hasil konsentrasi hambat minimum, konsentrasi bunuh minimum, dan zona hambat menunjukkan bahwa air perasan jeruk nipis tidak menghambat pertumbuhan bakteri secara efektif, dengan hasil yang keruh dan tidak steril yang teramati di semua konsentrasi.
Kesimpulan: Air perasan jeruk nipis tidak memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap K. pneumoniae penghasil ESBL.
Kata kunci: ESBL, Citrus aurantifolia, Klebsiella pneumoniae