Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Nabila, Amanda Fitria Salma
Dharma, Andhika Guna
Saubig, Arnila Novitasari
Maharani, Maharani
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-18 04:13:42
Abstract :
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang diperkirakan mengalami peningkatan tiap tahunnya. Diabetes menimbulkan komplikasi retinopati diabetika yang penyebab 50% gangguan penglihatan di dunia. Retinopati diabetika terdiri dari stadium proliverative diabetic retinopaty (PDR) dan stadium nonproliverative diabetic retinopaty (NPDR). Retinopati diabetika tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi dapat dikurangi risiko perkembangannya dengan mengendalikan beberapa faktor.
Tujuan: Mengalisis hubungan antara usia, jenis kelamin, tipe diabetes, tatalaksana, kepatuhan berobat dengan stadium retinopati diabetika.
Metode: Penelitian menggunakan desain belah lintang dan dilakukan di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Kriteria subjek pasien dengan diagnosis retinopati diabetika stadium NPDR dan PDR yang diperiksa di Rumah Sakit Nasional Diponegoro pada tahun 2023 serta berobat lebih dari 1 kali. Besar sampel yang digunakan yaitu 34. Data dikumpulkan setelah itu dianalis univariat dan bivariat dengan uji chi-square untuk menilai ada hubungan bermakna antara kedua variabel atau tidak.
Hasil: Uji Fisher Exact menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan stadium retinopati diabetika (p=1,000), jenis kelamin dengan stadium retinopati diabetika
(p=0,692), tipe diabetes dengan stadium retinopati diabetika (tidak dapat dilakukan tes karena bersifat konstan), kepatuhan berobat dengan stadium retinopati diabetika (p=1,000), terdapat hubungan bermakna antara tatalaksana dengan stadium retinopati diabetika (p=0,002).
Simpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap stadium retinopati diabetika adalah tatalaksana. Faktor yang tidak berpengaruh terhadap stadium retinopati diabetika adalah usia, jenis kelamin, tipe diabetes, kepatuhan berobat.
Kata Kunci: Diabetes melitus, retinopati diabetika, faktor risiko