DETAIL DOCUMENT
Hubungan antara Penggunaan Steroid dengan Kejadian Gangguan Perilaku pada Anak dengan Sindrom Nefrotik
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Prihatini, Meika Ayu
Mellyana, Omega
Rahmadi, Farid Agung
Subject
Medicine 
Datestamp
2024-12-18 04:30:44 
Abstract :
Latar belakang: Sindrom nefrotik pada anak merupakan penyakit ginjal yang sering dijumpai dan diobati terutama dengan kortikosteroid, tetapi penggunaan steroid jangka panjang dapat menyebabkan gangguan perilaku. Tujuan: Mengetahui hubungan antara durasi penggunaan steroid dengan gangguan perilaku pada anak dengan sindrom nefrotik. Metode: Sebuah studi cross-sectional yang melibatkan anak-anak berusia 4-18 tahun yang didiagnosis dengan sindrom nefrotik di Rumah Sakit Dr. Kariadi. Kriteria inklusi meliputi diagnosis sindrom nefrotik berdasarkan kriteria IDAI UKK Nefrologi, usia 4-18 tahun, terapi kortikosteroid selama minimal 4 minggu, kadar kreatinin serum normal, dan bukan merupakan sindrom nefrotik sekunder. Data dikumpulkan melalui kuesioner PSC-17 untuk gangguan perilaku dan pengukuran durasi pemberian steroid. Uji regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan durasi dengan kejadian gangguan perilaku. Pengukuran cut-off point durasi pemberian steroid terhadap kejadian gangguan perilaku dengan uji ROC dan Youden?s index. Variabel perancu dianalisis secara bivariat dan multivariat. Hasil: Studi ini menemukan hubungan yang signifikan antara durasi pemberian steroid dengan gangguan perilaku (p < 0,05). Nilai ambang batas durasi pemberian steroid ?41 minggu (OR 24,9). Frekuensi kambuh dan pola asuh yang permisif juga dikaitkan dengan gangguan perilaku. Hasil analisis secara multivariat didapatkan durasi pemberian steroid menjadi variabel paling signifikan (p 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi pemberian steroid dengan kejadian gangguan perilaku pada anak sindrom nefrotik. Kata Kunci: durasi, kortikosteroid, gangguan perilaku, sindrom nefrotik 
Institution Info

Universitas Diponegoro