Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Wildaningsetyastuti, Mitayani
Kesoema, Tanti Ajoe
Putri, Rahmi Isma Asmara
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-19 04:44:11
Abstract :
Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, dengan stroke iskemik mencakup 85% dari seluruh kasus. Insiden stroke terus meningkat seiring bertambahnya usia dan berkembangnya faktor risiko. Rehabilitasi medik berperan penting dalam memulihkan status fungsional pasien, mengurangi ketergantungan, serta meningkatkan kualitas hidup. Penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi yang baik dapat meningkatkan kemandirian pasien stroke, sehingga menjadi langkah penting dalam menangani gangguan fungsional akibat stroke.
Tujuan: Mengetahui gambaran perubahan status fungsional pasien stroke iskemik setelah melaksanakan rehabilitasi selama 3-6 bulan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif observasional dengan rancangan potong lintang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah proses rehabilitasi medik pasien stroke iskemik, sedangkan varibel terikat adalah skala hasil pengukuran status fungsional pasien stroke iskemik. Analisis data dilakukan secara deskriptif, univariat, dan bivariat.
Hasil: Pasien stroke iskemik lebih banyak dialami oleh laki-laki dibanding perempuan. Kelompok usia 50-59 tahun merupakan kelompok yang paling banyak menderita stroke iskemik, dengan mayoritas mengalami peningkatan status fungsional. Distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebanyak 89 dari 105 pasien (84,8%) mengalami peningkatan status fungsional setelah rehabilitasi.
Kesimpulan : Sebanyak 84,8% pasien stroke iskemik menunjukkan peningkatan status fungsional setelah melaksanakan rehabilitasi medik selama 3-6 bulan.
Kata kunci : Stroke Iskemik, Rehabilitasi Medik, Status Fungsional.