DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Hidroksiapatit Screw Cangkang Kerang Hijau Terhadap Gambaran Histopatologi Regenerasi Korteks Tulang Dan Biotoksisitas: Studi Pada Defek Tulang Femur Kelinci
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Pranoto, Stephano
Karlowee, Vega
Miranti, Ika Pawitra
Novriansyah, Robin
Subject
Medicine 
Datestamp
2024-12-23 02:49:13 
Abstract :
Pendahuluan: Penggunaan implan bioscrew dalam rekonstruksi ACL berbasis bone grafting kini semakin sering diterapkan. Hidroksiapatit (HA) merupakan salah satu material yang populer digunakan sebagai pengganti tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan bioscrew berbahan HA dari cangkang kerang hijau (Perna viridis) dalam hal biodegradabilitas dan biokompatibilitasnya sebagai alternatif implan pada bone grafting. Metode: Penelitian ini dilakukan dalam bentuk true experimental dengan desain post-test only control group. Subjek penelitian terdiri dari kelinci New Zealand yang dibagi menjadi delapan kelompok: kelompok kontrol (tanpa implantasi) dan kelompok perlakuan (dengan implantasi), yang kemudian dikelompokkan berdasarkan waktu pengamatan (minggu ke-2, ke-4, ke-6, dan ke-12). Bioscrew yang diimplantasikan berdiameter 4 mm dan terbuat dari HA cangkang kerang hijau. Evaluasi biokompatibilitas dan biodegradabilitas dilakukan melalui pengamatan histopatologi. Analisis data dilakukan menggunakan One-way Anova dan Post-hoc LSD untuk perbandingan antar minggu, serta Independent-t test untuk perbandingan antar kelompok. Hasil: Hasil menunjukkan perbedaan signifikan dalam biokompatibilitas korteks antara kelompok perlakuan dan kontrol dari minggu ke-4 hingga ke-12. Pada minggu ke-4, kelompok perlakuan mencatat rata-rata 16.750, lebih tinggi dari kontrol (p=0.044). Perbedaan semakin nyata pada minggu ke-6 (p=0.002) dan mencapai puncaknya pada minggu ke-12 (21.470 vs 17.800) (p=0.007). Peningkatan biokompatibilitas pada kelompok perlakuan konsisten dari minggu ke-2 hingga ke-12 (p<0.001). Sebaliknya, tidak ada perbedaan signifikan pada biotoksisitas hepar dan ginjal antara kedua kelompok (p>0.05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioscrew dari kombinasi PCL/PLA/HA cangkang kerang hijau memiliki biokompatibilitas tinggi pada tulang femur kelinci tanpa efek toksik yang signifikan. Kata Kunci: PLA, PCL, Hidroksiapatit, Biokompatibilitas, Biotoksisitas 
Institution Info

Universitas Diponegoro