DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK 3M PLUS PADA REMAJA DALAM PENCEGAHAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
ANGGRAENI, SIWI TITIS
Subject
Public Health 
Datestamp
2024-12-20 04:48:53 
Abstract :
Latar Belakang : Menurut WHO DBD menjadi ancaman global yang dapat memicunya terjadinya kejadian luar biasa. Kematian tertinggi tahun 2023 di Jawa Tengah dengan 894 kasus. Semarang menduduki peringkat ke lima dan mengalami kenaikan dari tahun 2021-2022. Puskesmas Kedungmundu mempunyai kasus DBD paling tinggi dan mayoritas dialami remaja. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik 3M Plus pada remaja dalam pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Metode : Cross sectional dengan populasi tidak diketahui. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling dengan sampel pertama diperoleh SMP Negeri 42 Semarang, SMP Negeri 17 Semarang, SMP Islam Tunas Harapan, dan SMK Sepuluh Nopember. Sampel kedua menggunakan Lameshow diperoleh sampel 96 orang. Hasil Pembahasan : Analisis vivariat chi square menggunakan software SPSS menunjukkan hubungan antara pengetahuan tentang DBD (p=0,031), peraturan di sekolah (p=0,013), sikap dan perilaku orang tua (p=0,023). Variabel yang terbukti tidak ada hubungan usia (p=0,537), jenis kelamin (p=0,542), pendidikan (p=0,817), uang saku (p=0,614), pengetahuan tentang 3M Plus (p=0,221), sikap terhadap DBD (p=0,247), sikap terhadap 3M Plus (p=0,102), peraturan di rumah (p=0,66), sikap dan perilaku teman (p=0,099), sikap dan perilaku guru (p=0,689), dan sikap dan perilaku tokoh masyarakat (p=0,170). Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi praktik 3M Plus remaja : pengetahuan tentang DBD, peraturan di sekolah, dan sikap dan perilaku orang tua. Kata Kunci : DBD, praktik 3M Plus, remaja 

File :
REPO SIWI.pdf
Institution Info

Universitas Diponegoro