DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO (Online Single Submission Risk Based Approach) PADA MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) “GRHA TIYASA” KOTA BOGOR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Kristiani, Marshelia
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-23 03:09:21 
Abstract :
Pelayanan publik menjadi tolok ukur standar kinerja pemerintah yang konkret. Kinerja pemerintah dapat dengan mudah dinilai oleh masyarakat berdasarkan pada kualitas pelayanan yang diterima. Online Single Submission (OSS) merupakan bentuk inovasi perbaikan yang dihadirkan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan pelayanan perizinan berusaha. Pemerintah meluncurkan pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko (OSS-RBA) sebagai penyempurnaan OSS versi sebelumnya (OSS versi 1.0 dan 1.1) yang tidak berjalan secara optimal. Kota Bogor menjadi salah satu kota yang menerapkan layanan OSS-RBA melalui Dinas PMPTSP di MPP ?Grha Tiyasa? Kota Bogor. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa permasalahan terkait layanan OSS-RBA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan perizinan berusaha (OSS-RBA) dan faktor apa saja yang menjadi pendorong serta penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh melalui hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Pengukuran kualitas pelayanan dalam penelitian ini menggunakan lima dimensi dari teori Zeithaml, Parassuraman dan Berry, yaitu tangible, realibility, responsiveness, assurance, dan empathy, serta menggunakan kombinasi teori ahli menurut Moenir dan Wolkins dalam menganalisis faktor pendorong dan penghambat, yaitu faktor organisasi, faktor kemampuan/keterampilan, faktor kepemimpinan dan faktor penghargaan/pengakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan OSS-RBA di MPP ?Grha Tiyasa? Kota Bogor belum mencapai tingkat yang optimal. Hal ini terlihat dari kekurangan yang ada pada dimensi tangible dan realibility. Faktor-faktor pendorong dalam penelitian ini meliputi aspek organisasi, kepemimpinan, serta penghargaan atau pengakuan yang diberikan. Sementara itu, faktor penghambatnya mencakup keterbatasan kemampuan atau keterampilan yang tercermin dari belum optimalnya kinerja verifikator sehingga memperlambat proses penyelesaian layanan. Belum adanya pelatihan khusus OSS-RBA bagi staf layanan (customer service) akibat keterbatasan anggaran turut menjadi kendala. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Mal Pelayanan Publik 191 Publik 2024 
Institution Info

Universitas Diponegoro