Abstract :
Kecamatan Ungaran Timur memiliki potensi tinggi terjadi bencana tanah longsor akibat kondisi geografis dan topografis berbukit, salah satu dampak tanah longsor yaitu koridor Jalan Ungaran?Mranggen yang menyebabkan kerusakan dan
kelumpuhan akses sepanjang 120 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klasifikasi tipe zona rawan longsor di ruas Jalan Ungaran?Mranggen, ancaman tanah longsor berdasarkan parameter fisik alami dan aktivitas manusia, serta pemetaan ancaman longsor menggunakan metode analisis grid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SIG seperti buffer, overlay, dan grid, serta pembobotan AHP untuk parameter aktivitas manusia, sementara pembobotan dan skoring parameter fisik alami mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007. Hasil penelitian ini Wilayah Jalan Ungaran?Mranggen termasuk dalam zona berpotensi longsor tipe C dengan kemiringan lereng 0-20%.
Hasil pengolahan ancaman tanah longsor kriteria aspek fisik alami didapatkan bahwa koridor Jalan Ungaran ? Mranggen tingkat kerawanan sedang hingga tinggi berdasarkan faktor fisik alami seperti tataguna lahan, kemiringan lereng, jenis
batuan, dan curah hujan. Ancaman longsor berdasarkan parameter aktivitas manusia menunjukkan koridor Jalan Ungaran?Mranggen memiliki tingkat kerawanan tanah longsor yang dominan rendah hingga sedang, meskipun kepadatan
lalu lintas rendah, kerawanan longsor tinggi dipengaruhi oleh pola tanam yang rentan erosi dan drainase yang buruk. Indeks ancaman longsor pada Jalan Ungaran ? Mranggen didominasi oleh kelas sedang, yang dipengaruhi oleh faktor fisik alami
seperti kemiringan lereng curam, jenis tanah dan batuan, serta aktivitas manusia seperti pola tanam. Langkah mitigasi yang direkomendasikan meliputi pembangunan talud, pemasangan Sistem Peringatan Dini (EWS), dan penataan pola tanam untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor.