Abstract :
ABSTRAK
Judul : Kompetensi Komunikasi Pelatih dan Atlet Karate
dalam melakukan Manajemen Konflik selama
Masa Persiapan PORPROV 2023
Nama : Fatchiatuz Zahra
NIM : 14040119140065
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Hubungan antara pelatih dan atlet dalam dunia olahraga menjadi salah satu
faktor kunci keberhasilan tim, terutama pada kompetisi tingkat tinggi seperti Pekan
Olahraga Provinsi (PORPROV). Namun, intensitas interaksi dalam persiapan
kompetisi sering kali memunculkan konflik, baik karena perbedaan pandangan
strategi, ekspektasi kinerja, maupun dinamika komunikasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh pelatih dan atlet
karate dalam manajemen konflik selama masa persiapan menuju PORPROV 2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis naratif
untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi, manajemen konflik, dan
perkembangan identitas dalam konteks olahraga kompetitif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa identitas atlet dan pelatih terbentuk melalui komitmen dan
optimisme terhadap tujuan bersama pada awal persiapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara pelatih dan atlet
bervariasi, dari yang bersifat teknis hingga yang mempertimbangkan kondisi
emosional. Pelatih berpengalaman cenderung menggunakan komunikasi dua arah
yang lebih empatik, sementara beberapa atlet cenderung pasif dan menghindari
diskusi langsung tentang masalah pribadi. Dalam hal manajemen konflik,
komunikasi terbuka menjadi kunci untuk mencegah konflik membesar dan menjaga
keharmonisan tim. Kritik yang membangun dan penggunaan pihak ketiga, seperti
kapten tim atau KONI, membantu menyelesaikan konflik yang rumit dan
meningkatkan kerjasama tim. Beberapa pihak lebih memilih solusi internal melalui
musyawarah, sedangkan yang lain melibatkan pihak eksternal untuk menjaga
stabilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi dan manajemen konflik
yang baik tidak hanya mendukung pencapaian tujuan tim, tetapi juga menciptakan
hubungan harmonis antara pelatih dan atlet. Temuan ini diharapkan menjadi
panduan untuk meningkatkan kualitas pelatihan, terutama menjelang PORPROV
2026 di Kabupaten Semarang.
Kata Kunci: kompetensi komunikasi, manajemen konflik, pelatih-atlet, karate,
PORPROV
201/com/2024