DETAIL DOCUMENT
KOMPETENSI KOMUNIKASI PELATIH DAN ATLET KARATE DALAM MELAKUKAN MANAJEMEN KONFLIK PADA PERSIAPAN PORPROV 2023
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
zahra, fatchiatuz
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-23 04:29:34 
Abstract :
ABSTRAK Judul : Kompetensi Komunikasi Pelatih dan Atlet Karate dalam melakukan Manajemen Konflik selama Masa Persiapan PORPROV 2023 Nama : Fatchiatuz Zahra NIM : 14040119140065 Program Studi : Ilmu Komunikasi Hubungan antara pelatih dan atlet dalam dunia olahraga menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan tim, terutama pada kompetisi tingkat tinggi seperti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Namun, intensitas interaksi dalam persiapan kompetisi sering kali memunculkan konflik, baik karena perbedaan pandangan strategi, ekspektasi kinerja, maupun dinamika komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh pelatih dan atlet karate dalam manajemen konflik selama masa persiapan menuju PORPROV 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis naratif untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi, manajemen konflik, dan perkembangan identitas dalam konteks olahraga kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas atlet dan pelatih terbentuk melalui komitmen dan optimisme terhadap tujuan bersama pada awal persiapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara pelatih dan atlet bervariasi, dari yang bersifat teknis hingga yang mempertimbangkan kondisi emosional. Pelatih berpengalaman cenderung menggunakan komunikasi dua arah yang lebih empatik, sementara beberapa atlet cenderung pasif dan menghindari diskusi langsung tentang masalah pribadi. Dalam hal manajemen konflik, komunikasi terbuka menjadi kunci untuk mencegah konflik membesar dan menjaga keharmonisan tim. Kritik yang membangun dan penggunaan pihak ketiga, seperti kapten tim atau KONI, membantu menyelesaikan konflik yang rumit dan meningkatkan kerjasama tim. Beberapa pihak lebih memilih solusi internal melalui musyawarah, sedangkan yang lain melibatkan pihak eksternal untuk menjaga stabilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi dan manajemen konflik yang baik tidak hanya mendukung pencapaian tujuan tim, tetapi juga menciptakan hubungan harmonis antara pelatih dan atlet. Temuan ini diharapkan menjadi panduan untuk meningkatkan kualitas pelatihan, terutama menjelang PORPROV 2026 di Kabupaten Semarang. Kata Kunci: kompetensi komunikasi, manajemen konflik, pelatih-atlet, karate, PORPROV 201/com/2024 
Institution Info

Universitas Diponegoro