Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Putri, Elisabeth Shanti Regita
Wati, Arinta Puspita
Batubara, Lusiana
Santoso, Santoso
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-24 06:48:05
Abstract :
Latar belakang: Epilepsi merupakan penyakit otak dengan manifestasi berupa bangkitan berulang tanpa provokasi yang memberikan dampak berupa penurunan kualitas hidup penderitanya. Prevalensi defisiensi vitamin D pada penderita epilepsi tinggi, dan berdampak dalam metabolisme tubuh termasuk metabolisme lipid. Meskipun terdapat penelitian terkait hubungan kadar vitamin D serum dengan kadar LDL atau fraksi lipid lainnya, namun hasil yang didapat dari beberapa penelitian berbeda sehingga bukti ilmiah terkait korelasi kadar vitamin D serum dengan kadar LDL serum pada pasien epilepsi masih kontroversi.
Tujuan: Mengetahui korelasi kadar vitamin D serum dengan kadar kolesterol LDL serum pada pasien epilepsi.
Metode: Merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah-lintang pada 29 pasien epilepsi usia 18-59 tahun yang berobat di RSND Semarang. Pemeriksaan kadar vitamin D dan kadar kolesterol LDL serum dilakukan dari sampel darah vena dengan metode ELISA untuk vitamin D serum dan dengan reagen LDL-C metode direk untuk kadar LDL serum. Data dianalisis normalitas distribusi data dengan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson.
Hasil: Rata-rata kadar vitamin D serum dalam bentuk 25(OH)D pada subjek penelitian yang merupakan pasien epilepsi adalah 13,45±5,742 ng/ml dan rata-rata kadar kolesterol LDL serum pada subjek penelitian yang merupakan pasien epilepsi adalah 103,55±34,918 mg/dl, dari analisis uji korelasi tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kadar vitamin D dengan kadar kolesterol LDL serum (p= 0,945).
Simpulan: Kadar vitamin D serum tidak berkorelasi dengan kadar kolesterol LDL serum pada pasien epilepsi.
Kata Kunci: Epilepsi, Vitamin D, Kolesterol LDL, Profil Lipid