DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Penambahan Asetazolamid terhadap Keberhasilan Dekongesti pada Pasien gagal Jantung Dekompensasi Akut
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Farissa, Inne Pratiwi
Uddin, Ilham
Safir, Safir
Suhartono, Suhartono
Subject
Medicine 
Datestamp
2024-12-24 02:36:12 
Abstract :
ABSTRAK Latar belakang. Gagal Jantung Dekompensasi Akut (GJDA) merupakan kondisi yang memerlukan penanganan cepat untuk mengurangi kongesti cairan. Akan tetapi masih banyak pasien pulang dengan kongesti walaupun sudah diberikan furosemid. Asetazolamid, sebagai penghambat karbonik anhidrase, berpotensi meningkatkan dekongesti ketika ditambahkan pada terapi diuretik loop, namun penggunaannya dalam setting klinis masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas asetazolamid dalam meningkatkan keberhasilan dekongesti pada pasien dengan GJDA yang dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain double-blind randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan 70 pasien GJDA, dibagi menjadi dua kelompok: asetazolamid dan plasebo. Parameter utama yang dinilai meliputi skor kongesti, jumlah urin, perubahan kadar NT-proBNP setelah 3 hari perlakuan, dan lama rawat inap. Hasil. Penambahan asetazolamid secara meningkatkan keberhasilan dekongesti dalam 3 hari (p=0,075) maupun saat pulang (p=0,042) pada kelompok asetazolamid dengan selisih kadar NT pro BNP yang lebih besar dibandingkan dengan plasebo (p<0,05). Selain itu, terdapat peningkatan jumlah urin di hari kedua, ketiga, dan jumlah kumulatif urin (p<0,05) pada kelompok asetazolamid. Tidak ada perbedaan bermakna antar kedua kelompok pada lama rawat inap. Kesimpulan. Asetazolamid efektif dalam meningkatkan keberhasilan dekongesti dan memperbaiki parameter klinis pada pasien dengan GJDA, mendukung penggunaannya sebagai terapi tambahan dengan diuretik loop. Kata kunci : Gagal Jantung Dekompensasi Akut, Asetazolamid, Dekongesti 
Institution Info

Universitas Diponegoro