Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Hapsari, Nisrina Nurul
Sasikirana, Widyandani
Utami, Widyaningrum
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-30 04:15:12
Abstract :
Latar Belakang: Buah stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan tanaman yang mengandung antioksidan karena mengandung senyawa polifenol, seperti kuersetin, ellagic acid, katekin, antosianin, dan kaempferol. Senyawa antioksidan dapat menangkal radikal bebas dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas agar bersifat stabil dan mencegah terjadinya oksidasi. Namun, kandungan buah stroberi bergantung oleh metode ekstraksi yang digunakan sehingga perlu pengkajian lebih lanjut terkait hal tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari buah stroberi serta mengetahui hubungan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari buah stroberi.
Metode: Penelitian dilakukan dengan post test only design menggunakan buah stroberi sebagai sampel untuk membandingkan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan yang diekstraksi dengan metode maserasi, microwave assisted extraction (MAE), dan ultrasound assisted extraction (UAE). Pengukuran kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis lalu data dianalisis dengan one way ANOVA.
Hasil: Metode ekstraksi maserasi, MAE, dan UAE memiliki kadar flavonoid total berturut-turut sebesar 1,1362 mgQE/g; 1,1613 mgQE/g; dan 0,8764 mgQE/g. Sementara itu, nilai IC50 pada metode ekstraksi maserasi, MAE, dan UAE secara berturut-turut sebesar 344,78 µg/ml; 237,04 µg/ml; dan 336,05 µg/ml. Kesimpulan: Perbedaan metode ekstraksi mempengaruhi kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan. Namun, kadar flavonoid total tidak memiliki korelasi terhadap aktivitas antioksidan dari buah stroberi.
Kata Kunci: Antioksidan, Ekstraksi, Flavonoid Total, Stroberi