DETAIL DOCUMENT
ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN TUGU BERDASARKAN KESESUAIAN NILAI TANAH DENGAN RTRW KOTA SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Putri, Shafa
Subject
Engineering 
Datestamp
2024-12-24 03:28:40 
Abstract :
Kecamatan Tugu, bagian dari Kawasan WP X Kota Semarang, memiliki fungsi strategis sebagai kawasan perdagangan, jasa, dan industri. Lokasinya yang berada di segitiga pertumbuhan regional JOGLOSEMAR serta karakteristik wilayah yang datar mendukung pengembangan berbagai sektor tersebut. Penggunaan lahan di wilayah ini dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat, kemampuan lahan, serta Rencana Tata Ruang Wilayah, yang berdampak pada perubahan nilai tanah. Berdasarkan teori, nilai tanah ditentukan oleh fungsi, pemanfaatan, kualitas, dan produktivitas lahan. Semakin baik fungsi dan kualitas lahan, semakin tinggi nilai tanahnya. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi kesesuaian nilai tanah dengan rencana pengembangan kawasan industri di Kecamatan Tugu berdasarkan pada kemampuan membayar terhadap suatu lokasi serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan kawasan, menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif melibatkan teknik overlay dalam sistem informasi geografis untuk mengetahui hubungan penggunaan lahan dan nilai tanah melalui distribusi nilai tanah pada setiap tahun dengan pendekatan rata-rata tertimbang, kesesuaian nilai tanah tahun 2013 dan 2023 terhadap distribusi nilai tahun tersebut, serta kesesuaian nilai tanah dengan rencana pengembangan Kawasan industri. Selain itu, metode kuantitatif dengan pendekatan matematis sederhana menggunakan perubahan distribusi nilai tanah lahan industri dan proporsi lahan terhadap industri dengan asumsi pertumbuhan nilai tanah sejalan dengan ekspansi sektor industri untuk mengetahui prediksi distribusi nilai tanah tahun 2030. Sementara itu, Analisis metode kualitatif yang dilakukan didasarkan pada kebijakan yang berlaku, literatur, dan hasil wawancara sebagai validasi kondisi dan pertimbangan arahan pengembangan Kawasan industri. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam penggunaan lahan di Kecamatan Tugu selama satu dekade terakhir. Terdapat peningkatan luas lahan industri sebesar 49,14 hektare dan alih fungsi lahan sawah menjadi tambak seluas 166,46 hektare. Perubahan ini berdampak pada peningkatan nilai tanah, terutama di sekitar kawasan industri yang sudah ada. Analisis lebih lanjut menunjukkan potensi pengembangan kawasan industri baru di Kecamatan Tugu. Lahan sawah, tambak, dan tanaman campuran memiliki nilai tanah lebih rendah dibandingkan dengan lahan industri menjadi target potensial. Selain itu, lahan tanah kosong dan permukiman juga direkomendasikan dalam pengembangan kawasan industri karena dalam proporsi distribusi nilai tanah yang dijelaskan dalam bentuk persentase memiliki nilai yang setara. Analisis prediksi distribusi nilai tanah menunjukkan rentang nilai tertinggi yang mampu dibayar untuk aktivitas industri berada nilai per m2 pada rentang Rp0-Rp2.894.155, sementara nilai per m2 terendah berada pada kisaran Rp13.922.263-Rp14.830.354. Menganalisis tren nilai tanah dan perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Tugu, Semarang, sebagai bahan pertimbangan dalam penataan ruang khususnya dalam pengembangan industri. Temuan menunjukkan bahwa nilai tanah secara signifikan dipengaruhi oleh lokasi, aksesibilitas, dan jenis penggunaan lahan. Studi ini merekomendasikan untuk memprioritaskan pembangunan industri di lahan dengan nilai tanah yang lebih rendah, seperti lahan bekas pertanian, dengan tetap mempertimbangkan perbaikan infrastruktur dan dampak lingkungan. Nilai lahan belum dimasukkan dalam kriteria analisis lahan sehingga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan perencanaan tata ruang. Analisis ini dapat direkomendasikan untuk menambahkan ke dalam pola ruang untuk penyempurnaan Peraturan Menteri ATR/KBPN No. 11 Tahun 2021, guna meningkatkan dan menyempurnakan kebijakan tata ruang sehingga dapat menghasilkan penataan ruang yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Perencanaan Tata Ruang, Kesesuaian Nilai Tanah, Penggunaan Lahan, Pengembangan Kawasan Industri. 

Institution Info

Universitas Diponegoro