DETAIL DOCUMENT
Integrasi Data Lahan Baku Sawah dengan Neraca Penatagunaan Tanah untuk Penentuan Prioritas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Studi Kasus: Kabupaten Kudus
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Sitepu, Muhammad Capriandi
Subject
Engineering 
Datestamp
2024-12-24 03:43:49 
Abstract :
Kabupaten Kudus memiliki lahan pertanian yang tersebar di seluruh kecamatan, namun sejak tahun 2021 sampai 2024 terjadi peningkatan pembangunan fisik yang menyebabkan terjadi alih fungsi lahan. Pemerintah Kabupaten Kudus juga telah berupaya mengatasi hal tersebut dengan menetapkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan pada tahun 2022. Namun hal tersebut tidak dibersamai dengan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perlunya penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan terkhusus Lahan Pertanian di Kabupaten Kudus dapat membantu Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mengendalikan alih fungsi lahan yang terus terjadi. Hal ini dikarenakan data yang digunakan dalam penentuan LP2B lebih mendetail hingga ke tingkat bidang tanah dan potensi teknisnya sehingga dapat memudahkan pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap lahan pertaniannya. Namun terdapat permasalahan dalam penentuan LP2B yaitu tidak terdapat pembobotan dalam kriteria penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sehingga belum adanya acuan yang jelas dalam penentuannya. Pembobotan kriteria ini dibutuhkan untuk menilai skala kepentingan antar data kriteria yang terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Berdasarkan persoalan diatas, penulis merumuskan tiga pertanyaan, yaitu: (i) Bagaimana menentukan kriteria Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan? (ii) Bagaimana Proses Integrasi Lahan Baku Sawah (LBS), Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), dan Nilai Bobot LP2B dengan Neraca Penatagunaan Tanah? (iii) Bagaimana proses penentuan lahan prioritas untuk Lahan Pertanian pangan Berkelanjutan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan proses analisis memakai alat bantu Skoring dan Pembobotan serta Tumpang Susun Peta dalam teknik analisisnya. Skoring dan Pembobotan berfungsi untuk mengetahui skala prioritas antar kriteria kemampuan lahan untuk penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang didasarkan oleh stakeholder terkait. Sementara Tumpang Susun Peta dilakukan untuk mengintegrasikan antar data pemerintah guna mewujudkan tujuan penelitian ini yaitu Penentuan lahan prioritas untuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dengan menggunakan data Lahan Baku Sawah yang diintegrasikan dalam Neraca Penatagunaan Tanah. Hasil penelitian ini dihasilkan dari adanya pengintegrasian data Neraca Penatagunaan Tanah, Lahan Baku Sawah, dan Kriteria Kemampuan Lahan guna menghasilkan suatu rekomendasi peta lahan prioritas untuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kata Kunci: Penentuan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; Neraca Penatagunaan Tanah; Lahan Baku Sawah; Skoring dan Pembobotan 
Institution Info

Universitas Diponegoro