Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Windharta, Maria Gracia Devita
Pasmanasari, Elta Diah
Retnaningsih, Retnaningsih
Kustiowati, Endang
Budisulistyo, Trianggoro
Belladonna, Maria
Istiadi, Hermawan
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-30 03:07:56
Abstract :
Latar belakang: Miastenia Gravis (MG) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kelemahan otot akibat gangguan pada neuromuscular junction (NMJ). Gangguan ini disebabkan oleh antibodi autoimun yang menghambat fungsi reseptor asetilkolin (AChR), yang berperan dalam kontraksi otot. Acalypha indica, tanaman herbal dengan kandungan bioaktif seperti flavonoid dan alkaloid, memiliki potensi sebagai agen imunomodulator yang dapat digunakan dalam terapi MG.
Metode: Desain eksperimental pada mencit Swiss-Webster yang dibuat menjadi model MG dengan injeksi plasma pasien MG. Mencit dibagi dalam dua kelompok: kontrol mencit model MG dan kelompok perlakuan ekstrak Acalypha indica (250mg/kg/hari). Evaluasi dilakukan menggunakan uji Wire Hanging Test untuk luaran klinis.
Hasil: Penurunan durasi Wire Hanging Test pada mencit setelah injeksi plasma pasien MG signifikan dari 145,40 ± 111,64 detik menjadi 66,40 ± 61,57 detik (p<0,05). Peningkatan durasi Wire Hanging Test pada kelompok Acalypha indica signifikan dari 66,40 ± 61,57 detik menjadi 110,60 ± 67,82 detik (p<0,05).
Kesimpulan: Ekstrak Acalypha indica secara signifikan meningkatkan luaran klinis pada mencit model MG. Acalypha indica dapat dipertimbangkan sebagai terapi alternatif yang aman dan efektif dalam pengelolaan miastenia gravis.
Kata Kunci: Miastenia Gravis, Acalypha indica, Neuromuscular Junction, Wire Hanging Test