Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Prabowo, Yudo
Tugasworo, Dodik
Retnaningsih, Retnaningsih
Subject
Medicine
Datestamp
2024-12-30 03:40:56
Abstract :
Latar Belakang: Salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan adalah stroke iskemik, terutama pada pasien dengan stenosis arteri serebral. Metode non-invasif untuk mengukur kecepatan aliran darah otak (Mean Flow Velocity/MFV) dengan skala NIHSS adalah Transcranial Color Doppler (TCCD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana pola kecepatan aliran darah otak berkorelasi dengan tingkat keparahan stroke iskemik.
Metode: Desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Pasien yang menerima pemeriksaan TCCD pada hari ke-4 dan ke-14 untuk mengukur MFV dan nilai NIHSS adalah subjek. Hubungan antara variabel independen (MFV) dan variabel perancu terhadap perubahan NIHSS dinilai dengan menggunakan uji statistik regresi multivariat.
Hasil: Hubungan yang signifikan antara peningkatan NIHSS dan perubahan MFV ditemukan. Perbaikan nilai NIHSS berkorelasi dengan penurunan MFV ipsilateral. Nilai perubahan NIHSS sangat terkait dengan faktor risiko seperti HbA1c, HDL-C, dan LDL-C.
Kesimpulan: Tingkat keparahan stroke iskemik pasien yang dinilai menggunakan NIHSS dapat dipengaruhi oleh perubahan nilai kecepatan aliran rata-rata, kadar LDL-C, HDL-C, dan HbA1c.
Kata Kunci: Stroke iskemik, TCCD, NIHSS, aliran darah otak, prognosis.