Abstract :
Latar Belakang: Rinitis alergi (RA) adalah penyakit atopi yang diperantarai reaksi hipersensitivitas yang ditandai gejala hidung tersumbat, hidung berair, dan bersin-bersin. Peningkatan prevalensi RA pada anak-anak beberapa waktu terakhir diperkirakan karena perubahan faktor lingkungan seperti polusi udara, paparan alergen baru, dan perubahan gaya hidup. Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian RA pada siswa SD di SDN Sambiroto 03 Semarang yaitu jenis kelamin, paparan asap kendaraan, paparan asap rokok, memelihara binatang peliharaan, riwayat asma, riwayat eksim, dan kelembapan udara. Metode: Penelitian adalah penelitian analitik observasional desain cross-sectional. Menggunakan data primer dari kuesioner SFAR dan ISAAC yang diisi oleh 98 responden dan sampel dipilih secara total sampling. Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=0,039) dan riwayat asma (p=<0,001) dengan kejadian RA pada siswa usia 7-12 tahun. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,083), paparan asap kendaraan (p=0,099), paparan asap rokok (p=0,322), memelihara binatang peliharaan (p=0,460), riwayat eksim (p=0,338), dan kelembapan udara (p=0,240) dengan kejadian RA pada siswa usia 7-12 tahun. Kesimpulan: Prevalensi RA pada siswa usia 7-12 tahun sebesar 14,3%. Terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dan riwayat asma dengan kejadian RA pada siswa usia 7-12 tahun. Riwayat asma merupakan faktor risiko yang paling dominan berperan terhadap kejadian RA
pada siswa usia 7-12 tahun.
Kata Kunci: Faktor risiko, Penyakit atopi, Prevalensi, Rinitis alergi