DETAIL DOCUMENT
REPRESENTASI PERDAGANGAN ANAK SECARA SEKSUAL DALAM FILM “SOUND OF FREEDOM” (2023)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Widyaningsih, Tyas
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-24 07:05:06 
Abstract :
Perdagangan anak masih menjadi isu sosial yang mendalam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Film Sound of Freedom (2023) menggambarkan perjuangan seorang anak perempuan, Rocio, yang menjadi korban perdagangan manusia dan eksploitasi seksual. Film ini tidak hanya merepresentasikan penderitaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mengubah perspektif masyarakat mengenai isu tersebut. Berdasarkan realitas sosial yang ada, film ini diproduksi untuk menggambarkan kekerasan dan ketidakberdayaan anak-anak dalam masyarakat melalui karakter Rocio yang menjadi simbol perdagangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perdagangan anak dalam Sound of Freedom (2023) dan mengidentifikasi ideologi dominan yang terkandung dalam film tersebut. Pendekatan semiotika John Fiske digunakan sebagai metode utama dalam menganalisis film ini melalui tiga level pengkodean: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menggambarkan fenomena perdagangan anak melalui ketidakberdayaan Rocio dan anak-anak lainnya yang menjadi sasaran perdagangan manusia. Pada level representasi, teknik sinematografi, pencahayaan, dan musik digunakan untuk memperkuat kesan tragis dari perdagangan anak. Di level ideologi, film ini menyoroti patriarki dan kapitalisme sebagai dasar dari eksploitasi anak. Walaupun menggambarkan penderitaan, film ini juga menyampaikan pesan harapan melalui perjuangan karakter-karakter yang berusaha melawan ketidakadilan sosial. Kata Kunci: Perdagangan Anak, Eksploitasi Seksual, Semiotika, Patriarki, Kapitalisme 214 Kom 2024 
Institution Info

Universitas Diponegoro